BRMP Bengkulu Hadiri Rapat Teknis Monitoring dan Percepatan Pelaksanaan Cetak Sawah Tahun 2025
Senin, 8/12/2025, Kepala Balai dan Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Bengkulu dan Tim menghadiri Rapat Teknis Monitoring dan Percepatan Pelaksanaan Cetak Sawah Tahun 2025 di Aula Dinas TPHP Bengkulu. Rapat dipimpin oleh PJ Swasembada Provinsi Bengkulu (Sukim Supandi). Kegiatan dihadiri oleh Tim dari Dirjen LIP, Kepala Dinas TPHP Prov. Bengkulu, Kasiter Korem 041 Garuda Mas, Komandan Kodim 0409 Rejang Lebong, Komandan Kodim 0423 Bengkulu Utara, Kepala Dinas Pertanian Kab. Bengkulu Utara Rejang Lebong, Kabid. Tanaman Pangan dan Prasarana Pertanian.
Rapat difokuskan pada capaian kinerja Program Cetak sawah Baru (CSR) di Kab. Rejang Lebong dan Kab. Bengkulu Utara. Tim dari Dirjen Lahan Irigasi Pertanian menyampaikan bahwa kegiatan sudah mendekati akhir tahun, namun capaian progress CSR masih rendah. Target CSR Provinsi Bengkulu seluas 2.200 dengan progres kegiatan CSR seluas 926 ha telah selesai konstruksi (42,07 %), realisasi fisik seluas 839 ha (34,18 %), olah lahan 53 ha (2,42 %). Capaian target yang masih rendah bisa diupayakan melalui penggunaan Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) dan penambahan waktu selama 90 hari. Hal ini dapat menjadi peluang untuk menyelesaikan program CSR yang belum selesai.
Kabupaten Rejang Lebong masih terkendala dengan luasan lahan yang masih kurang seluas 471 ha. Berdasarkan hasil rapat CSR di Rejang Lebong masih berpotensi dilakukan di Desa Tanjung Gelang dan dapat diupayakan asalkan SID telah siap. Untuk Kabupaten Bengkulu Utara masih membutuhkan lahan seluas 617 ha, yang harapannya dapat dilakukan asal kontrak dilakukan sebelum tanggal 18 Desember 2025.
Selanjutnya, KPPN wilayah Bengkulu memberikan Informasi terkait mekanisme RPATA. Kadis TPHP Provisi berharap kegiatan CSR dapat memenuhi target yang diharapkan karena biaya yang sudah dikeluarkan sudah cukup banyak. Rapat berjalan alot, karena berupaya untuk memecahkan masalah yang cukup rumit dalam program CSR. Kegiatan CSR di Enggano dan Rejang Lebong akan memberikan dampak sosial yang menguntungkan, khususnya untuk warga sekitar yang terdampak.